RESENSI BUKU ORTOPEDAGOGIK ANAK TUNALARAS 1


Identitas buku
Judul                  : ORTOPEDAGOGIK Anak Tuna Laras1
Pengarang          : Dr. Sunardi, MSc
Penerbit              : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Tahun terbit       : 1995
Tebal buku          : 175 halaman

Synopsis
Dalam buku ini telah diperkenalkan berbagai aspek yang berhubungan dengan anak tuna laras, meliputi pengertian, istilah, definisi, perkembangan kajian, prevalensi, klasifikasi, asesmen, penyebab, dan karakterstik berbagai jenis ketunalarasan, terutama yeng sering terjadi pada anak-anak.
Ada beberapa hal yang msih memerlukan kajian, pengembangan, dan penelitian lanjut. Yang pertama berkaitan dengan asesmen dan pengukuran. Ketunalarasan merupakan salah satu jenis kecacatan yang paling sukar untuk diukur. Mungkin hal ini disebabkan oleh luasnya cakupan dan pengertian tunalaras.
Berbagai alat ukur telah dikembangkan, tetapi setiap instrument terbatas penggunaannya pada satu jenis ketunalarasan. Sampai sekarang, tidak semua jenis ketunalarasan dapat diukur dengan instrument yang ada, dan tidak ada satu instrumenpun yang dapat mengukur ketunalarasan sebagai satu konsep utuh. Oleh karena itu, seperti saran Kauffman (1985), tidak semua jenis perilaku harus diukur dan guru tidak harus dibebani bahkan terkuras perhatiannya pada masalah pengukuran. Mencari upaya penanganan lebih bermanfaat daripada memusatkan perhatian pada pengembangan instrument pengukurannya.
Masalah lain adalah tentang faktor penyebab ketunalarasan. Penyebab ketunalarasan yang pasti tidak diketahui. Kalaupun ada klasifikasi faktor penyebab, misalnya menjadi faktor keluarga, biologis, dan sekolah, atau klasifikasi lain, itu semata-mata untuk menyederhanakan kajian. Berbagai faktor diperkirakan saling berinteraksi menjadi penyebab dan pendorong berkembangnya ketunalarasan.
Dalam hal penanganan, pendekatan modifikasi tingkah laku tampaknya yang paling memberikan harapan. Ini tidak berarti bahwa pendekatan lain, seperti medis, tidak dapat dipakai. Pendekatan modifikasi tingkah laku paling tidak dianggap paling praktis dan mudah diterapkan oleh para guru di lapangan.

Kelebihan buku
1.       Dalam buku ini, terdapat banyak istilah yang digunakan di berbagai negara untuk tunalaras.
2.       Dijelaskan tentang definisi, sejarah, klasifikasi, asesmen, penyebab, serta jenis tunalaras.
3.       Terdapat quiz di setiap sub bab dalam buku ini, sehingga membuat pembaca akan kembali mengingat apa ang telah dibaca.
4.       Terdapat refrensi yang bisa digunakan agar pembaca lebih memperdalam materi di setiap sub bab.

Kelemahan buku
1.         Tampilan buku kurang menarik.
2.         Sampul buku terlalu sederhana.



sumber : http://library.uny.ac.id




Komentar